Benteng Asahan

Ibu dan Kakak Sendiri Ditebas, Alasannya Dibisiki Gaib

Pelaku inisial JM mendekam di balik jeruji Mapolres Batubara.

BATUBARA, BENTENGASAHAN.com– Tak ada angin tak ada hujan, Asnah tiba-tiba diserang anaknya sendiri berinisial JM pakai senjata tajam (sajam), Kamis (5/7). Tak hanya Asnah, putri korban yang berusaha memberikan pertolongan juga ikut kena sabetan parang yang diayun pelaku.

Akibat tindakan brutal JM, Asnah dan putrinya menderita luka-luka parah di wajah dan tangan. Setelah itu, pelaku JM tanpa merasa bersalah melangkahkan kakinya dari rumah. Dia pergi tanpa sepatah kata pun.

Tetangga korban yang mendengar jeritan minta tolong dari Asnah dan putrinya kemudian berdatangan dan memberikan pertolongan. Asnah dan putrinya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Adam Malik Medan.

Kondisi luka korban sangat memprihatinkan akibat tebasan parang tersebut. Untuk menyembuhkannya, luka di wajah itu dijahit.

Suasana di kampung korban di Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, hari itu jadi heboh. Warga tak menduga jika JM senekat itu kepada ibu dan kakaknya sendiri.

Putri Asnah menuturkan, sebelum kejadian adiknya menyerang membabibuta, mereka sebenarnya sedang istrihat di rumah. Diantara mereka sama sekali tidak ada cekcok.

“Makanya kami heran, kenapa tiba-tiba dia menyerang Mamak,” ujar putri Asnah, Sabtu (7/7/2018).

Polisi yang mendapat kabar penyerangan terhadap ibu dan kakaknya itu langsung melakukan pengejaran.

Berselang dua hari kemudian, pelaku JM berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Batubara. Pelaku JM diamankan saat hendak kembali ke rumah mereka di Desa Bogak. Warga yang resah dengan kehadiran JM langsung melapor ke polisi. Tak berselang lama petugas datang dan langsung mengamankan tersangka.

“Pelakunya (penganiayaibu kandung sudah diamankan,” ujarnya.

“Kami jerat tersangka dengan pasal KDRT, ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batubara Bripka Dian Novita.

Tersangka JM sendiri mengaku menyesali perbuatannya. Namun, dia mengaku tidak sadar jika telah melukai ibu dan kakaknya sendiri. Hanya saja dia mengaku ada mendapat bisikan gaib sehingga berani senekat itu terhadap orangtua dan kakak kandung sendiri.

 

“Saya menyesal. Awak pun tak akan berani senekat itu jika dalam kondisi normal. Akal sehat aja kita, orangtua saya itu.