Benteng Asahan

Siswi SMAN 1 Rantau Selatan, Juara I Lomba Pidato Anti Korupsi

Kajari Labuhanbatu Setyo Pranoto saat menyerahkan hadiah kepada juara pertama Lomba Pidato Anti Korupsi, Jumat (7/12/2018).

LABUHANBATU, BENTENGASAHAN.com– Sosok Fayiyah Nailul Mahmuda, siswi SMAN 1 Rantau Selatan meraih Juara I dalam Lomba pidato dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional tahun 2018, Jumat (7/12/2018), di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu. Dia unggul dari 38 peserta didik SMA sederajat di Kabupaten Labuhanbatu dan Labura dengan nilai 1.710.

Sedangkan juara II Lia Agustin Sinaga, dari SMAN 2 Rantau Utara dengan nilai 1.702. Kemudian, juara III Syahir Sasri Habibi, SMAN 1 Aek Kuo. Lalu, Juara IV Eka Apriliani, SMKN 1 Rantau Utara. Untuk Juara V, pihak juri memutuskan Agnelisa Putri Harahap, SMAN 1 Aek Natas dan Juara VI Dina Utari, SMAN 1 Pangkatan.

Masing-masing peserta membawakan narasi pidato dengan berbagai judul mengenai pengenalan dan antisipasi tindak korupsi. Dan, dalam menentukan juara juri melihat kriteria, penampilan, isi pidato dan intonasi pidato terkait masalah korupsi. Selain itu, pemenang dari lomba pidato Kejari Labuhanbatu ini akan dijadikan duta anti korupsi di daerah.

(Baca: Setor Rp579 Juta, Pemborong dan PPK Proyek Lampu Jalan Tetap Ditahan)

(Baca: Tangan Kanan Bupati Nonaktif Labuhanbatu Ditahan KPK)

Kepala Kejari (Kajari) Labuhanbatu Satyo Pranoto, didampingi Kasi Intel Junaidi mengatakan lomba pidato itu merupakan kalender rutin pihak Kejari Labuhanbatu.

“Ini tahun kedua penyelenggaraannya. Direncanakan akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya,” ujar Kajari.

Kajari Satyo Pranoto mengatakan dengan Lomba Pidato itu menjadi harapan para siswa memahami tentang masalah korupsi. Sehingga dimasa mendatang menjasi pioner gerakan anti korupsi.

“Diharapkan nanti menjadi generasi muda terbebas dari korupsi dan dapat jadi panutan. Semoga menjadi pahlaean-pahlawan anti korupsi,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Rantau Utara Zaliluddin Harahap menilai Lomba Pidato tersebut sangat positif untuk mengasah kemampuan keterampilan berpidato para siswa. Selain itu, kata dia upaya memotivasi siswa lebih meningkatkan siswa dalam berpidato.

“Tentu saja, untuk mencari bibit potensial dalam berpidato,” jelasnya.

(Baca: KPK Dalami Aliran Uang Rp46 Miliar ke Pangonal Harahap)

(Baca: 2019, Pengelolaan APBD Labuhanbatu Harus Transparan)

Dia juga menambahkan, perlombaan itu juga sebagai wahana siswa untuk menambah wawasan dalam meminimalisir tindak koruptif. Semakin dini anak didik dijelaskan tentang bahaya korupsi akan mampu mencegah tindak korupsi.

“Sebab korupsi juga dapat dihindari dengan mendisiplinkan siswa. Khususnya untuk memanfaatkan waktu,” tandasnya.