Benteng Asahan

Sambutan Luar Biasa untuk Djarot-Sihar, Ada Tari Perang Juga Lompat Batu

Atraksi lompat batu menyambut kedatangan Djarot dan istri serta Sihar dan istri, di Desa Bawumataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan.

NISEL, BENTENGTIMES.com – Kedatangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor urut 2 Djarot Syaiful dan Sihar Sitorus disambut meriah di Desa Bawumataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Senin (9/4/2018).

Sebagaimana tamu kehormatan, Djarot dan istri Happy Farida juga Sihar Sitorus dan istri Patricia Siahaan, dikenakan pakaian adat khas Nias.

Kemudian masyarakat yang bermukim di puncak matahari itu menampilkan tari-tarian perang dan atraksi lompat batu.

Atraksi lompat batu atau yang dikenal dengan nama Homba Batu dan Tari Perang (Fatoele) menjadi sebuah daya tarik tersendiri pada saat melakukan perjalanan wisata di Desa Bawomataluo, Nias Selatan.

Djarot dan istri mengenakan pakaian adat Nias, yang juga menandai bahwa mereka resmi menjadi warga kehormatan Desa Bawumataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan.

Layaknya seorang ksatria yang maju ke medan perang, para penari yang membawakan tarian perang juga membawa sebuah tameng, pedang ataupun tombak, sambil mengenakan pakaian wana-warni hitam, kuning, dan merah, dilengkapi dengan mahkota di kepala.

Para penari mengikuti arahan perintah komando yang membentuk sebuah formasi berjajar panjang yang berdiri dari empat jajar .

Posisi komando sendiri menghadap ke arah penari yang selanjutnya memberi aba-aba tarian. Dimulai dengan gerakan kaki maju dan mundur sambil dihentakan ke tanah. Mereka sambil meneriakkan yel-yel untuk membangkitkan semangat.

“Helielie wasa dede. Huh… Huh… Huh… Huh…” sorak para penari.

Mowaa Fau, tokoh masyarakat Desa Bawumataluo mengatakan, dengan dikenakannya baju kebesaran Nias itu, maka Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus resmi menjadi warga Kehormatan Desa Bawumataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan (Nisel).