Benteng Asahan

Jelang Pemilu 2019, Masyarakat Diminta Cerdas Memilih

Jaringan Sihotang, Korda ICW Kota Tanjungbalai.

TANJUNGBALAI, BENTENGASAHAN.com– Sejumlah aktivis Kota Tanjungbalai mengimbau seluruh elemen masyarakat agar betul-betul cerdas memilih calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, baik itu caleg untuk tingkat DPRD Kota Tanjungbalai, maupun caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara dan caleg untuk DPR-RI yang daerah pemilihannya adalah Tanjungbalai. Alasannya, karena hingga saat ini masyarakat sangat minim mendapatkan informasi terkait dengan caleg-caleg bermasalah.

Koordinator Daerah Indonesian Corruption Watch (ICW) Kota Tanjungbalai Jaringan Sihotang, Minggu (10/2/2019), mengatakan, tak semua orang memiliki akses informasi yang sama akan hal ini. Padahal, tidak sedikit dari caleg-caleg yang Kota Tanjungbalai menjadi salah satu daerah pemilihannya yang bermasalah.

“Memang, hal ini sangat layak untuk kita khawatirkan, karena masyarakat belum tentu mengetahui caleg-caleg bermasalah, karena tidak semua masyarakat selalu mengikuti pemberitaan. Apa lagi masyarakat di tingkat ekonomi menengah ke bawah, masyarakat grassroot, bisa dipastikan sangat jarang membaca berita lewat media online atau media sosial, khususnya terkait berita caleg ini,” ujar Jaringan.

Hal senada juga diungkapkan Taufik Hidayat, selain aktivis juga Sekretaris BPD Gapensi Kota Tanjungbalai. Dikatakan, kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat tersebut akan diperparah lagi jika politik uang dipraktikkan.

“Politik uang akan membuat masyarakat berpikir serba praktis, sehingga tujuan pemilu untuk memilih pemimpin yang lebih baik menjadi terlupakan. Kemudian, kondisi itu akan semakin parah jika politik uang dimainkan, karena akan membuat masyarakat menjadi pemilih pragmatisme yang sangat tidak sesuai bagi perkembangan demokrasi kita,” ujarnya.

BacaBangunan Jembatan Sei Silau III Terdahulu Dibongkar, ICW: Itu Penghapusan Aset Ilegal

Oleh sebab itu, kedua aktivis ini berpesan, solusi paling efektif menurutnya adalah mengimbau masyarakat tidak memilih caleg bermasalah. Untuk panitia pelaksana dan pengawas pemilu, pemerintah maupun pihak terkait lainnya diharapkan dapat mengampanyekan caleg-caleg yang bermasalah kepada masyarakat.

“Memang, ada elemen masyarakat yang kritis akan tetapi tidak merata. Dan, tidak tertutup kemungkinan diantaranya ada juga yang presentasinya lebih condong kepada masyarakat pemilih yang pragmatis tadi. Tergantung kepada kelompok masyarakat yang lebih paham untuk mensosialisasikan dan kampanye agar tidak memilih caleg-caleg yang bermasalah itu,” ucap Taufik.

BacaEmpat Proyek Jasa Konstruksi di Tanjungbalai Tahun 2018, Tak Selesai Tepat Waktu

Seperti diketahui, pada tahun 2014 lalu, dari 25 Anggota DPRD Kota Tanjungbalai periode 2009-2014, 24 orang di antaranya terindikasi korupsi anggaran perjalanan dinas dengan total potensi kerugian negara sekitar Rp3 miliar rupiah. Anehnya, beberapa orang diantaranya berhasil terpilih kembali menjadi Anggota DPRD Kota Tanjungbalai periode 2014-2019.

Dan sampai saat ini, kasus dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Tanjungbalai Tahun 2013 tersebut masih ‘istirahat’ di penyidik Polres Tanjungbalai. Sehingga, untuk Pemilu 17 April 2019 mendatang, masyarakat diharapkan lebih cerdas dalam menentukan caleg pilihannya.