Dua Kali Kecewa Pada Walikota Tanjungbalai, Guru: Jika Tidak Dipenuhi, Kami Mogok..

Share this:
TIUS SIAGIAN-BMG
Ratusan Guru SD dan SMP menggelar unjuk rasa menuntut pencairan uang lauk pauk di Kantor Walikota Tanjungbalai, Rabu (17/10/2018).

Saat itu sempat ada upaya mediasi yang diinisiasi Plt Kasatpol PP Kota Tanjungbalai Burhanuddin Panjaitan. Tapi arahan Kasatpol PP akan dipertemukan dengan Sekda dan Asisten I Pemko Tanjungbalai ditolak para guru.

“Kami mau ketemu walikota,” seru para guru serentak.

Setelah beberapa lama melakukan aksi di depan Kantor Walikota Tanjungbalai, namun gagal bertemu dengan Walikota HM Syahrial, kemudian para guru bergerak menuju Kantor Dinas Pendidikan, Kota Tanjungbalai.

(Baca: Pemko Tanjungbalai Terima 316 CPNS, Ini Rincian Formasinya)

(Baca: Malam Minggu Kelabu, 5 Pasangan Bukan Suami Istri Dibawa ke Polres)

Sepanjang perjalanan, para guru mendapat pengawalan personil kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja. Tiba di Kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Jalan Gaharu, para guru kembali menggelar aksi. Namun hingga beberapa saat menggelar aksi, kepala dinas tak kunjung muncul karena alasan yang sama sedang urusan dinas luar kota.

(Baca: Tim Saber Diminta Usut Pengutipan Dana Oleh Komite Sekolah di Tanjungbalai)

(Baca: Program Bedah Rumah di Tanjungbalai Diduga Jadi Bancakan Elit Parpol Penguasa)

Untuk diketahui, para guru-guru itu sebenarnya sudah berdialog dengan Walikota Tanjungbalai HM Syahrial, bertempat di Aula I Kantor Walikota Tanjungbalai, pekan lalu. Saat itu telah disepakati, pihak Pemko Tanjungbalai bersama perwakilan guru akan bersama-sama ke Kantor BPK Perwakilan Sumatera Utara, untuk mempertanyakan peraturan berlaku tentang pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan Daerah bagi tenaga pendidik.

Tapi tanpa diketahui alasannya, pihak guru membatalkan secara mendadak rencana keberangkatan ke BPK Perwakilan Sumatera Utara tersebut.

Share this: